Contact Information

Theodore Lowe, Ap #867-859
Sit Rd, Azusa New York

We Are Available 24/ 7. Call Now.

Banua6.com, Paringin – Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Balangan, H. Tamrin, menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi atas pelaksanaan The 2nd International Colloquium on Research, Innovation, and Publishing (ICRIP) 2025 yang digelar di Gedung Budaya Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan, Rabu (20/11/2025).

Kegiatan berskala internasional ini dirangkaikan dengan 8th International Seminar on Wetlands Environmental Management. “Pentingnya penguatan riset dan inovasi sebagai fondasi utama kemajuan daerah,” ujar H Tamrin.

Mengangkat tema sentral “Revitalizing Buffer Areas for the New National Capital City through Research, Innovation, and Publishing”, kegiatan ilmiah ini  mempertemukan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, hingga mitra pemerintah dan sektor swasta.

Dalam sambutannya, H. Tamrin menekankan bahwa forum internasional ini merupakan ruang strategis untuk meningkatkan kualitas riset, inovasi, dan publikasi, yang hasilnya sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan daerah. “Kegiatan seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk dunia akademik, tetapi juga bagi pemerintah daerah. Hasil riset dan inovasi dapat menjadi masukan berharga untuk pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan pembangunan wilayah penyangga IKN,” ujarnya.

Tamrin juga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pihak swasta dapat semakin diperkuat agar hasil penelitian dapat diaplikasikan secara nyata dan memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor pembangunan di Balangan.

“Harapan kami, melalui forum ini, Balangan semakin dikenal sebagai daerah yang terbuka terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Semoga generasi muda termotivasi untuk meningkatkan kapasitas dan berkontribusi melalui riset yang berdampak bagi masyarakat,” tambahnya.

ICRIP 2025 di Balangan menjadi penegasan komitmen daerah dalam mendukung iklim riset dan inovasi, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional. Kegiatan ini diikuti oleh para peneliti, dosen, mahasiswa, dan institusi yang berfokus pada isu lingkungan dan pengelolaan lahan basah. (dau/ys).

Share:

administrator

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *